4 November 2010

Sastra


Sampai saat ini, masih sering diperdebatkan definisi dari sastra. Para ahli belum bisa merumuskan teori yang pas tentang pengertian sastra, karena sastra senantiasa berkembang dan tidak memiliki ukuran yang tetap. Setiap teori yang muncul selalu dibantah oleh pendapat-pendapat lain yang lebih baru. Pada tulisan ini akan dibahas beberapa pendapat tentang apa itu sastra, hakikat sastra, dan fungsi sastra.
Kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa sansekerta; akar kata sas-, berarti ‘mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi’. Akhiran –tra biasanya menunjukkan alat atau sarana. Maka sastra bisa diartikan ‘alat untuk mengajar’(Teeuw, 1984: 23). Dalam definisi dari segi bahasa ini, dapat difahami jika sastra lebih diartikan sebagai suatu media. Sastra juga didefinisikan sebagai alat untuk menyampaikan ide-ide. Dalam filsafat Plato disebutkan bahwa keindahan hanya terdapat dalam tingkat dunia ide (Teeuw, 1984: 347). Secara sederhana dapat difahami bahwa untuk dapat mencapai kategori indah, harus merupakan sesuatu yang baru dan orisinil. Sastra dalam teori ini didefinisikan sebagai sebuah seni.
Pengertian sastra kemudian mengerucut mengerucut; sastra sebagai ilmu dan sastra sebagai seni. Ilmu sastra diartikan sebagai ilmu menyampaikan sesuatu dengan baik (Weststeijn, dkk, 1989: 41).. Seni sastra adalah seni bahasa yang menjadi ungkapan emosi dan pengalaman-pengalaman pembuatnya. Melihat pengertian seni dari sudut pandang ilmu dan sastra tersebut, kita dapat memahami bahwa hakikat sastra adalah media untuk menyampaikan sesuatu.
Fungsi sastra selalu meluas seiring bertambahnya isi dalam karya sastra. Meskipun mempunyai fungsi asli sebagai media ekspresi, akan tetapi sastra juga mempunya fungsi-fungsi turunan mengikuti apa yang diekspresikan sebuah karya sastra. Contohnya, jika sebuah karya sastra di dalamnya mengandung nilai-nilai moral, maka karya sastra tersebut mempunyai fungsi moralitas.
Sebagai sebuah ilmu, sastra harus mampu mengungkapkan pola fikir, kebudayaan, dan nilai moral suatu kelompok masyarakat yang menghasilkan karya sastra. Sehingga diharapkan pelajar sastra (khususnya sastra lokal) dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Pustaka :
Teew, A., 1984, Sastra dan Ilmu Sastra, Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.
Weststeijn, G Willem, dkk., 1989, Pengantar Ilmu Sastra, Jakarta: PT Gramedia

~ 1 komentar: ~

training di malang says:
at: 12/4/12 13:02 mengatakan...

kunjungan sob ..
mau bagi-bagi kalimat motivasi sob ..
"saya belajar menggunakan kata 'tidak mungkin' dengan sangat hati-hati."
kunjungan balik ya sob .. :)

~ Posting Komentar ~

Entri Populer

+

Blogger templates

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch