Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Ibu Sang Angin

Ibu sang angin masih saja menari memutar diri memusatkan imaji Sementara adiknya yang kecil hitam tertelungkup diam dalam malam Berdua meramaikan pintu kegelapan Saat kami mulai terlentang dan mengigau Suara sang ibu terdengar lirih menemani kami Tak rela kalah dari gerutuan nyamuk-nyamuk Dan kami kadang terbangun Jika belaian ibu terasa terlalu kuat Membekukan kulit dan hati kami yang biasa hidup tanpanya.

Aku, mereka, dan Tuhan

Sejenak ini kurasa terperangkap dalam hidupku Dalam runtutan monoton yang konstan Berjalan di atas garis yang sama, Yang linier berrumus. Ah..bosan hidup tanpa liku Ingin kubuat likuku sendiri, Tapi kata orang itu anomali. Itu tabu, nakal, menantang, gila, kurang kerjaan. Entahlah, Selalu ingin ku dobrak setiap pagar Selalu ingin ku langgar setiap peraturan Selalu ku ingin keluar dari kebiasaan Menyeberang dari kepadatan jalan Bergabung dengan orang-orang kesepian. Kini selalu ingin ku rasakan berjalan ditengah arus Dengan sadar tuntutan dan tetap mendobrak peraturan Tapi kata orang itu munafik, kafir. Jika hidup ini ibarat lautan Aku tak akan menyeberang di atas perahu Ingin ku berenang dan menyelaminya Seumpama hidup ini dua buah pulau yang terpisahkan selat Aku akan selalu berpindah dari pulau datu ke pulau lain Meski aku akan lelah dan tenggelam. Sejenak ingin kutanyakan Tuhan Apakah hanya aku yang ingin berpindah-pindah dan setia di tengah jalan? Mengapa orang-orang setia pada gar...