Langsung ke konten utama

Postingan

Guruku Nakal

gambar dari http://haringliwanag.pansitan.net Cerita ini mengambil setting saat aku dan teman-teman sekelasku selesai mengikuti pelajaran olahraga. Seperti hari-hari yang lalu kami nongkrong di kantin untuk beberapa saat. Makan, minum, ya kira-kira seperti itulah adegan di kantin sekolah. Tentunya sambil panjang kali lebar membicarakan kegiatan olahraga kami yang selalu aneh bagiku, tapi selalu seru bagi temanku yang berbakat. Puas nongkrong di kantin, kami pun kembali ke kelas dan buru-buru ke kamar mandi untuk sekedar menghilangkan bau badan yang seperti bau kambing ini. Mengambil langkah lebar aku dan kawanku Hasan menuju kamar mandi guru yang biasa jadi tempat kami mandi setelah olahraga. Namun begitu sampai di depan pintu kamar mandi itu nafsu mandi kami hilang begitu saja setelah melihat tampang sangar satpam sekolah yang baru keluar dari kamar basah itu. Aku dengan tampang polos berusaha tenang dan bergaya seperti akan lewat dan menuju ruang UKS yang memang berdekatan deng...

Aku, mereka, dan Tuhan

Sejenak ini kurasa terperangkap dalam hidupku Dalam runtutan monoton yang konstan Berjalan di atas garis yang sama, Yang linier berrumus. Ah..bosan hidup tanpa liku Ingin kubuat likuku sendiri, Tapi kata orang itu anomali. Itu tabu, nakal, menantang, gila, kurang kerjaan. Entahlah, Selalu ingin ku dobrak setiap pagar Selalu ingin ku langgar setiap peraturan Selalu ku ingin keluar dari kebiasaan Menyeberang dari kepadatan jalan Bergabung dengan orang-orang kesepian. Kini selalu ingin ku rasakan berjalan ditengah arus Dengan sadar tuntutan dan tetap mendobrak peraturan Tapi kata orang itu munafik, kafir. Jika hidup ini ibarat lautan Aku tak akan menyeberang di atas perahu Ingin ku berenang dan menyelaminya Seumpama hidup ini dua buah pulau yang terpisahkan selat Aku akan selalu berpindah dari pulau datu ke pulau lain Meski aku akan lelah dan tenggelam. Sejenak ingin kutanyakan Tuhan Apakah hanya aku yang ingin berpindah-pindah dan setia di tengah jalan? Mengapa orang-orang setia pada gar...

Program Baru, Masalah Baru?

Aku hanya terdiam saat membaca sebuah selebaran dengan logo sebuah lembaga bimbingan belajar di bagian atasnya. Setelah tahu selebaran itu dikeluarkan oleh lembaga bimbingan belajar itu, minatku untuk membacanya semakin menipis. Karena kufikir selebaran itu hanya sebuah media promosi belaka. Selang waktu berganti, saat aku baru mengisi perutku yang langsing inio, aku mampir di sebuah warung kopi tempatku biasa nongkrong, dan kubaca berita di koran sama dengan di selebaran tadi. Jadi akhirnya aku tahu jika selebaran itu bukan hanya media promosi buta. Ini adalah berita besar kawan, yang menginvasi sebagian ruang otakku yang sempit. Menteri pendidikan baru punya program menghapus SNMPTN. Program yang bagus, penghapusan SNMPTN akan mempermudah jalan bagi calon-calon mahasiswa auntuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang diminatinya. Nilai UANpun akan lebih dihargai sebagai hasil kerja keras pelajar, karena selama ini nilai UAN hanya sebagai penghias di lembaran SKHUN. Padahal UAN...