Langsung ke konten utama

Postingan

Calon Demonstran

Selamat pagi kawan... Ujian Nasional sudah lama berakhir, begitu pula dengan ujian-ujian lain di sekolahku. Masa berburu tempat kuliah juga telah berlalu bagiku (entah bagi kawan-kawan yang lain. he..he..). Kini setiap hari pekerjaanku duduk manis di depan komputer server sebuah warnet kecil. Ya, aku penjaga warnet. Bukannya mau pamer, tapi aku sekedar ingin berbagi kebahagiaan padamu jika kutulis disini aku sudah diterima di jurusan Sastra Jawa Universitas Indonesia . Sebagai orang yang tak pintar aku bisa disebut beruntung diterima di universitas nomor satu di Negeri ini. Dulu aku sama sekali tak berminat masuk UI. Aku menganggap jika yang masuk UI orang-orang pintar saja pasti disana membosankan. Yang terbayang di kepalaku saat itu UI penuh dengan orang-orang berwajah tegang yang hanya belajar belajar dan beelajar. Kupikir dulu di sana mahasiswanya ga' gaul dengan dunia perpolitikan negeri. Padahal aku ini hobi, minat, dan peduli pada bidang itu. Semua anggapanku h...

Gambar-gambar yang Lagi Kusuka

Graffiti hasil cari di kompinya sobat Aku tertantang bmembuat yang kayak begini di sekolahku sebelum lulus Logo Bajak Lautnya Monkey D. Luffy pada Komik One Piece Saat aku bosan, kesepian, dan kehabisan semangat, Komik ini jadi solusi Logo Kelasku. Iseng-iseng bikin saat ada laptop nganggur, eh,ternyata berguna juga. entah mengapa aku selalu ssuka melihat gambar yang kudapat dari Gugel ini. Subhanallaah.. Jadi pengen mendaki lagi Orang hebat yang salah tempat Hanya itu yang bisa kubagi saat ini, sudah malam.

Saatnya Membangun Bersama

Memang bingung jadi orang Indonesia . Saat rakyat-rakyat miskin bersusah payah mengais rezeki di tengah himpitan ekonomi, para pejabat malah korupsi. Ada pula yang bingung memperbaiki citra diri. Ketika puluhan juta warga menunggu perbaikan di segala bidang, wakil-wakil kita justru saling serang mencari kesalahan lawan politik. Siapa yang salah? Namun di saat pimpinan pusat ingin memperbaiki keadaan, ada saja pihak yang menghalangi, menghujat, dan mengkritik membabi buta. Ketika presiden ingin membersihkan negeri ini dari korupsi, ternyata masih ada saja di antara kita yang suka main suap. Dikala pemimpin-pemimpin kita ingin membangun bumi ini dengan keamanan, selalu ada saja diantara kita yang mengacaukannya. Sekarang saat pemerintah bersusah-payah merealisasikan programnya di tengah kasus Bank Century, mengapa kita malah berramai-ramai turun ke jalan? Kita harus sadar jika program-program pemerintah adalah program kita juga sebagai bagian dari Indonesia...