Langsung ke konten utama

Memaknai Bumi

Diatas bukit yang menyerupai lukisan
Kabut bagaikan dinding tebal
Yang menopang udara, musim menjadi tangga
Antara yang sementara dengan yang kekal
Yang nampak terlihat dengan yang tdak terlihat

Pohon-pohon berbaris melingkari danau
Seperti deretan usiaku yang risau
Menjelma burung-burung kecil, kecipak-kecipak air
Jalan setapak yang terus mengalir. Semakin ke tenggara
Rumput-rumput basah menghamparkan kata-kata

Kumaknai setiap butir embun yang melepuh
Di tubuh daun. Kumaknai jejak-jejakku yang sunyi
Kenangan-kenanganku yang kehilangan puisi
Ketika memberi atau menerima, ikhlas atau terpaksa
Menjadi tidak jelas lagi batasannya diantara kita

Di sawah-sawah yang menyerupai tapestri
Gerimis bagaikan jalinan benang emas
Yang mengurung senja.
Kesedihanku memaknai tanah
Tanah air kita yang terbelah.
Kepedihanku memaknai bumi
Bumi percintaan kita yang tinggal onggokan sampah.

Acep Zamzam Noor

Komentar

  1. wah.. bagus puisinya... "Bumi percintaan kita yang tinggal onggokan sampah."

    BalasHapus
  2. jago bua puisi juga ya mas wahyu ;)

    BalasHapus
  3. Ini karya Om Acep Zamzam Noor,,

    BalasHapus
  4. waduh.
    kirain tadi puisi uat sendiri nih.
    heeh.
    tapi keren kok.
    two thumbs dah sob!!! :D

    BalasHapus
  5. salam kenal, aku gak ngerti tentang syair..tapi aku berfikir blog mu bagus sekali ..jangan lupa ikuti blog ku mas wahyu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Pembakaran "Bendera Tauhid" oleh Banser

Beberapa hari terakhir ini medsos ramai dengan isu pembakaran bendera  bertuliskan kalimat tauhid. Di twitter, kasus ini sempat menjadi tagar yang paling banyak dipakai di Indonesia, baik dengan #belakalimattauhid maupun #makarberkedoktauhid yang saat saya mengetik tulisan ini masih menjadi yang paling populer di Indonesia.  Di instagram pun demikian, banyak kawan saya yang membicarakan hal ini, dan hampir semua mengutuk tindakan pembakaran tersebut. Saya menulis ini dengan motivasi untuk mengabadikan sudut pandang pribadi saya, yang bisa jadi nanti berubah seiring waktu, dan sebagai pemicu diskusi yang sehat dengan pembaca. Asal muasal kehebohan ini adalah video beberapa anggota Banser Garut yang membakar kain berwarna hitam dengan tulisan Arab berwarna putih. Tulisan tersebut secara harfiah berarti 'Tiada Tuhan selain Allah', lazim disebut kalimat Tauhid oleh pemeluk Islam. Banyak dari saudara muslim yang tersulut emosi setelah menonton video tersebut, n...

Award dan Pe-eR

Seminggu sudah kuperas otakku untuk mencetak nilai yang ideal di Ujian Semester kali ini, huh..tak apa, aku tidak berubah menjadi orang lain. Aku tetap wahyu . Selesai ujian aku kembali ke dunia maya lagi, kembali ke alamku. he..he..Dan saat kubuka Blog ini ada "tantangan" atau tepatnya Pe-eR dari Om Eko di tipspack . Dan Pe-eR sudah rampung kukerjakan setelah contek sana-sini.Dan selanjutnya aku akan memberikan award ini pada 4 Kawan Blogger . Empat nama yang biasa digunakan temanku untuk memanggil aku: 1. Mawa (itu nama waktu aku masih SD, kepanjangannya: Mas Wahyu, terkesan dibuat-buat ya?) 2. Ade' (selalu kudapat di tempat yang baru kutempati) 3. Senthot (diberi teman-temanku di kampung) 4. Jibow (yang ini nama yang biasa kupakai dikota, pemberian seorang kawan di pondok) Empat tanggal yang paling penting bagiku: 1. Tanggal 1 Ramadhan (Mulai Mengumpulkan uang) 2. Tanggal Idul Fitri (Banyak makanan) 3. Tanggal Ultah Ortu (bohong !!) 4. Tanggal...

Sastra Jawa alias Program Studi Jawa FIB UI

Apakah anda tahu di Universitas Indonesia ada Program Studi Jawa alias Sastra Jawa ?        Saya bertanya demikian kerena masih banyak orang yang belum mengetahui program studi ini. Di tengah nama besar Universitas Indonesia, Sastra Jawa termasuk program studi yang kurang populer dibandingkan Kedokteran, Akuntansi, ataupun Sastra Inggris. Padahal program studi ini satu-satunya program studi yang keindonesiaan di Universitas Indonesia, selain Sastra Indonesia tentunya.        Sastra Jawa adalah salah satu program studi pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia . Sesuai dengan namanya, fokus pembelajaran program studi ini adalah sastra dan kebudayaan Jawa. Unik bukan? Kalau tidak salah universitas negeri di Indonesia yang memiliki Program Studi Jawa atau Jurusan Sastra Jawa hanya ada tiga: Universitas Indonesia, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), dan Universitas Gajah Mada (UGM). Di UGM pu...